Minggu, 01 Februari 2015

Cinta Pertama


Teruntuk,
Pria yang sekarang sedang ku lihat sedang menikmati sarapan dimeja makan.

Aku tahu dia pasti akan tertawa jika tahu aku sedang menuliskannya surat cinta. Ini adalah surat cinta pertama yang ku tulis untuknya.

Ketika aku sedang menulis ini, sesekali wajah itu memandangku dengan memperlihatkan keinginan tahuan apa yang sedang ku lakukan. Suara-suara hentakan yang timbul dari tanganku yang terus mengetik membuatnya mengkerutkan kening. Hahaha, sekarang akulah yang tertawa. Posisi meja makan dengan kamar ku bersebrangan, maka tak heran jika aku sedang diperhatikan. Bisa ku tebak, setelah selesai dia makan, dia akan menghampiriku dan mengintip apa yang sedang ku tulis. Ya, aku tahu karena itulah yang selalu Ayah lakukan jika tau aku sedang menulis sesuatu hal.

Pria yang selalu melakukan hal gila hanya supaya aku bisa tertawa, pria yang tak pernah mengenal kata lelah jika dihadapanya aku selalu bahagia. Pria yang membuatku merasa menjadi wanita yang sangat istimewa.

Sesekali aku yang melihat ke arahnya ketika ayah sedang makan. Ku lihat wajahnya yang mulai kusam, keringat yang mengalir dari sela-sela rambutnya membuat ku yakin bahwa ayah adalah pria yang pantas ku cintai sedalam ini. Rambut putihnya sudah mulai terlihat semakin banyak, maka dari itu aku selalu berdoa tak ingin ayah semakin tua. Tubuh nya perlahan membungkuk, aku yakin beban keluarga yang mengalir di sel-sel tubuhnya membuat tulang-tulang nya lelah. Tapi satu hal yang membuat ku tak pernah percaya bahwa dia adalah manusia, yaitu wajah bahagia dan suara tawa nya tak pernah absen meski satu hari saja. Itulah mengapa aku selalu mengatakan bahwa pria ini adalah malaikat yang Tuhan kirimkan.

Ayah adalah satu-satu nya pria yang tak pernah memaksa ku untuk terlihat dewasa. Meskipun umur ku sudah mau menjadi kepala dua, tapi baginya aku hanyalah gadis kecilnya. Aku dan ayah mempunyai kebiasaan yang sama, selalu sama-sama ingin membuat satu sama lain bahagia. Ayah adalah satu-satunya pria yang tak ingin anak perempuanya jatuh cinta, karena baginya cinta perihal mencintai bukan jatuh nya. Nahkan, ayah membuat ku tertawa lagi. Tanggapan ayah yang satu ini selalu membuatku tak bisa berkata apapun. Ayah selalu takut aku mencintai pria lain melebihi cinta ku pada ayah. Dan tanggapan ayah yang satu ini juga membuat ku terawa. Hahaha

Mungkin ayah belum saja paham bahwa hanya dia satu-satunya pria yang membuatku bisa mengenal cinta. Tak peduli berapa kali banyak aku tersakiti karena cinta, aku tahu suatu hari nanti aku bisa merasakan cinta yang harus tak menyakiti. Tak peduli berapa kali banyak aku harus menangis karena pria lain, aku tahu suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan pria yang bisa mencintaiku seperti ayah mencintaiku. Dan soal tampan atau tidaknya, aku tak ingin berkomentar, karena ayah selalu mengatakan bahwa tak akan ada lagi pria tampan yang bisa mencintai dengan benar selain dirinya. Percayalah, tanggapan ayah yang satu ini selalu berhasil membuat perut ku sakit karena tertawa tak hentinya. Hahaha

Terlalu serius menuliskan surat cinta, aku sampai tak lagi memperhatikan ayah yang sedang makan ternyata sudah menghilang. Maka sudahlah, aku tak ingin ayah mengetahui isi dari surat cinta ini. Biarkan surat cinta ini menjadi rahasia kecil yang pernah ku tuliskan.

Dan satu hal lagi. Jika ada yang bertanya siapa cinta pertama ku.
Ku jawab, cinta pertama ku adalah Ayah ku.

                                                                                                Dari,

                                                                                                Gadis kecilmu.

15 komentar:

  1. Jarang-jarang nemu surat puitis gini, hebat kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Terima kasih ya, fikri :)
      Btw, thanks for reading my post. Hehehe

      Hapus
  2. wah mau banget dibikini surat cinta juga hehe

    BalasHapus
  3. keren nih tulisannya, saya suka gaya tulisannya ini...

    BalasHapus
  4. iya juga sih.
    kebanyakan orang terlalu sering nulis surat cinta jadi lupa kalau orangtua adalah orang yang seharusnya paling dicintai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang tua adalah sebenar-benarnya yang terlupakan padahal mereka adalah orang-orang yang seharusnya dinomor satukan. yakan?

      Hapus
  5. Balasan
    1. Ahh :') Terima kasih, erdi! :)

      Hapus
    2. harusnya gitu ya, cinta pertama, teruntuk orangtua.
      sama-sama. nisa :)

      Hapus
    3. Ya, harusnya seperti itu.
      cinta yang tak ada kata "Tapi" itu (hanya) orang tua, menurutku.

      Hapus